Yaku sebagai syarat sah
Yaku adalah pola atau kondisi yang membuat sebuah tangan berhak dinyatakan menang pada aturan tertentu. Tangan yang memenuhi bentuk dasar tetapi tidak memiliki yaku umumnya dianggap tidak sah. Setiap yaku memiliki definisi dengan syarat tertutup atau terbuka, sehingga satu pola dapat bernilai berbeda menurut cara terbentuknya. Daftar yaku beredar luas dalam berbagai bahasa dan terjemahan, dan sebaiknya dirujuk dari dokumen resmi yang sesuai varian. Istilah ini menjadi pintu masuk bagi pembaca yang ingin memahami mengapa dua tangan dengan bentuk serupa dinilai berbeda.
Han dan fu
Han adalah satuan nilai yang diberikan oleh yaku, sedangkan fu adalah satuan tambahan yang memperhitungkan bentuk, pasangan, jenis tunggu, dan cara menang. Keduanya digabungkan memakai tabel pembayaran untuk menentukan perpindahan poin. Beberapa kombinasi dibulatkan atau memiliki pengecualian, sehingga lembar acuan berguna saat menghitung. Pada praktiknya, dua tangan yang memiliki jumlah yaku sama dapat menghasilkan pembayaran berbeda karena perbedaan fu. Memisahkan kedua istilah ini membantu pembaca menghindari kesalahpahaman bahwa nilai tangan hanya ditentukan oleh banyaknya pola yang terpenuhi.
Dora dan ura dora
Dora adalah ubin tambahan yang memberi nilai ekstra tanpa menjadi syarat sah tangan. Penentunya berasal dari ubin indikator yang dibuka di dinding atau meja, dan varian Jepang mengenal juga ura dora yang dibuka setelah deklarasi tertentu. Karena bukan yaku, dora tidak menyelamatkan tangan yang tidak memiliki pola sah. Istilah aka dora merujuk pada ubin lima merah yang berfungsi sebagai dora permanen pada sebagian set. Pembaca perlu memperhatikan bahwa jumlah aka dora dapat berbeda antaraturan dan sebaiknya disepakati sebelum ronde dimulai.
Istilah hasil dan penalti
Beberapa istilah menandai akhir ronde dan konsekuensinya. Pada aturan Jepang dikenal ryukyoku untuk ronde yang berakhir tanpa pemenang, noten untuk tangan yang belum siap saat pembukaan, dan chombo sebagai penalti karena kesalahan prosedur berat. Aturan lain memiliki konsekuensi berbeda dengan nama masing-masing. Istilah-istilah ini sering muncul pada lembar skor dan pengumuman turnamen, sehingga pemahaman sederhana sangat membantu peserta baru. Kamus sebaiknya mencatat varian tempat istilah itu berlaku agar pembaca tidak menerapkannya pada aturan yang tidak memakainya.
Artikel terkait
- Istilah ubin dan suit dalam mahjong
- Istilah aksi giliran: chi, pon, kan, riichi, tsumo, ron
- Istilah meja, prosedur, dan perbandingan antar-varian
- Istilah Deklarasi Menang Antar Varian Mahjong